Pembentukan Kerangka Karbon dan Tranformasi Gugus Fungsi

 

Pembentukan Kerangka Karbon dan Tranformasi Gugus Fungsi

Rumus kerangka, kadang disebut rumus sudut garis kadang pula disebut rumus singkatan dari senyawa organik yang memiliki artii jenis rumus struktur molekul yang berfungsi sebagai representasi singkatan dari ikatan molekul dan beberapa detail geometri molekulnya. Rumus kerangka itu mnunjukkan struktur kerangka atau kerangka suatu molekul, terdiri dari atom kerangka yang menyusun molekul tersebut. Digambarkan dalam dua dimensi, seperti di selembar kertas. Ini menggunakan konvensi tertentu untuk mewakili atom karbon dan hidrogen, yang paling umum dalam kimia organik.

Struktur kerangka senyawa organik adalah rangkaian atom yang terikat bersama yang membentuk struktur esensial senyawa. Kerangka dapat terdiri dari rantai, cabang, dan atau cincin atom yang terikat. Atom kerangka selain karbon atau hidrogen disebut heteroatom.

Kerangka memiliki hidrogen dan atau berbagai substituen yang terikat pada atomnya. Hidrogen adalah atom non-karbon paling umum yang terikat pada karbon dan, untuk kesederhanaan, tidak ditarik secara eksplisit. Selain itu, atom karbon umumnya tidak diberi label seperti itu secara langsung yaitu dengan C, sedangkan heteroatom selalu secara eksplisit dicatat seperti itu menggunakan N, untuk nitrogen O, untuk oksigen dll. Heteroatom dan kelompok atom lain yang menimbulkan laju reaktivitas kimiawi yang relatif tinggi, atau memperkenalkan karakteristik spesifik dan menarik dalam spektrum senyawa disebt gugus fungsi, karna mereka memberikan fungsi pada molekul. Heteroatom dan gugus fungsi dikenal secara sebagai substituen, karena dianggap sebagai pengganti atom hidrogen yang akan ada dalam hidrokarbon induk dari senyawa organik tersebut.

Reaksi ikatan pembentukan karbon-karbon merupakan reaksi organik di mana ikatan karbon-karbon yang baru akan terbentuk. Ini penting dalam produksi bahan kimia buatan manusia seperti obat-obatan dan plastik dan masih banyak lagi.

1.  Melalui reaksi radikal bebas


2.  Melalui reaksi antara C+ dengan C-

Apabila melalui reaksi radikal bebas maka tidak terkendali dan dapat melakukan reaksi berantai tidak digunakan dalam sintesis. Sedangkan melalui reaksi antar C+ dengan C- atau disebut juka reaksi ion ini lebih terkendali serta digunakan dalam sintesis.

 

Transformasi Kelompok Fungsional

Abdol Reza Hajipour dari University of  Wisconsin telah menemukan dua konversi alkohol yang berguna. bahwa menggiling alkohol seperti 1 dengan triphenylphosphine dan I 2 , kemudian memanaskan campuran padat yang dihasilkan selama satu menit atau kurang memberikan iodida 2 yang sesuai . Garam fosfonium seperti 4 biasanya dibuat dari alkil halida yang sesuai. HBF 4 memberikan garam fosfonium 4 secara langsung.

Utk oksidasi alkohol skala kecil menjadi aldehida dan keton, seringkali diinginkan untuk dapat dengan mudah menyaring reagen yang dihabiskan dan setiap kelebihan. Hebatnya, penggantian Co dan O 2 dengan HNO 3 menghasilkan campuran yang secara efisien mengubah 9 menjadi nitroalkane 10.



Beberapa metode yang berguna untuk reduksi juga telah diperkenalkan. Dengan adanya asam super terbentuk dari trifluoroethanol dan BF 3, triethylsilane akan mereduksi keton seperti 11 menjadi hidrokarbon 12 yang sesuai .

Dua transformasi baru yang penting dari alkuna terminal baru-baru ini telah dilaporkan. Bernhard Breit dari Universität Freiburg telah menyiapkan  katalis Ru yang mengubah alkuna terminal seperti 19 menjadi aldehida yang sesuai. Valery P. Fokin dari Scripps La Jolla telah menemukan bahwa di bawah katalisis Cu, alkena terminal seperti 21 bereaksi dengan arenesulfonil azida mengirimkan amida yang sesuai 22.




Referensi: https://www.organic-chemistry.org/Highlights/2006/23October.shtm


Vidio diskusi permasalahan ada pada link berikut

https://youtu.be/oLqVfoJSIUA


ermasalahan

1.Sandi

=Mengapa Enolat dapat bertindak sebagai nukleofil dalam reaksi tipe S N 2 ? 


2.Nurkhalisa

=Bagaimana kita bisa mengetahui bahwa pada transformasi gugus fungsi  itu melalui reaksi subtitusi ataupun eleminasi?




3. Kelantan

= Suatu gugus fungsi dapat ditransformasikan menjadi gugus fungsi lain dengan berbagai cara yaitu substitusi, adisi, eliminasi, oksidasi dan reduksi. Apakah suatu transformasi gugus fungsi dapat menggunakan lebih dari 1 cara untuk melakukan transformasi nya? Jelaskan dengan memberikan contoh reaksi yang bertransformasi!


4.Nadiya

= benzena tergolong ikatan karbon, apa yang menyebabkan benzena lebih cenderung mengalami reaksi?


 

5.Ermawati

= Mengapa pembentukan ikatan C-C melalui reaksi radikal bebas tidak terkendali dan tidak dapat digunakan dalam sintesis sedangkan pemebentukan melalui reaksi ion lebih terkendali serta dapat digunakan dalam sintesis?


6.zulia

= Reaksi grignard termasuk salah satu reaksi pembentukan ikatan karbon. Mengapa organolitium nukleofil lebih kuat daripada gridnard yang sebanding ?



7.Joni

= Manipulasi gugus fungsi pada alkohol sangat diperlukan, mengapa demikian??

Komentar

Postingan Populer